INVENTARISASI GAS RUMAH KACA

INVENTARISASI GAS RUMAH KACA

Inventarisasi gas rumah kaca merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi gas rumah kaca secara berkala dari berbagai sumber emisi (suorce) dan penyerapanya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Gas rumah kaca adalah gas apapun di atmosfer yang menyerap dan memancarkan kembali panas, dan dengan menjaga atmosmfer planet ini lebih hangat daripada seharusnya, jenis gas rumah kaca utama dibumi adalah uap air, karbondioksida (C02), metana (CH4), nitrogen oksida (N20) dan ozon.

Ilustrasi aktivitas manusia yang merusak kestabilan gas rumah kaca.

Menurut Dr. Frans Asmuruf pada tahun 1980an-1990an di Papua khususnya Kota Jayapura masih terdapat penampakan embun di pegunungan dan mendaptkan udara segar di jalanan serta jarang terjadi mitigasi banjir serta minimnya pemilik kendaraan roda dua dan roda empat sehingga berimpact menghasilkan energi yang baik dan cukup kepada manusia dan satwa liarnya.

Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan terjadilah perubahan iklim secara signifikan, berikut ini beberapa sektor sumber emisi yaitu :

  • Sektor energi yaitu berbagai aktivitas manusia menyebabkan energi beremisi karbondioksida seperti bahan bakar fosil (batu bara/minyak bumi), pembangkit listrik, penggunaan energi bahan bakar kendaraan motor yang mempengaruhi struktur rumah kaca di atmosfir.
  • Sektor industri yaitu pembakaran bahan bakar fosil, pembuatan semen, penggunaan bahan bakar padat, cair dan gas menyebabkan emisi di atmosfir.
  • Sektor peternakan dan pertanian seperti berkebun, penebangan pohon, potosintesis menyebabkan degradasi atau deforestasi hutan dan sumber emisi karena pembukaan lahan dapat merusak ekosistem flora dan fauna serta energi gas metana yang dihasilkan oleh kotoran sapi.
  • Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem pemusanahan flora dan fauna dan kemudian asap yang dihasilkan dapat menguap ke atmosfir sehingga berpotensi menyebabkan pemanasan global serta degradasi dan deforestasi hutan.
  • Pembuangan limbah rumah tangga dan sampah di sembarang tempat menyebabkan kerusakan ekologis, penyakit, banjir, bau busuk, dan estetik suatu daerah.

Akibat aktivitas manusia yang kurang menyadari dapat menyebabkan dampak perubahan iklim sebagai berikut :

  • Kenaikan permukaan air laut karena pencairan es dikutub utara sehingga terjadi peningkatan volume air
  • Hujan ekstrim singkat tapi deras karena aktivitasi emisi karbon yang dihasilkan oleh manusia dengan jumlah lebih banyak sehingga awan hitam yang biasa berdampak hujan dahulunya jauh diatas permukaan bumi saat ini lebih dekat dengan kita.
  • Hujan deras yang dihasilkan oleh awan hitam yang lebih dekat dengan bumi tersebut dapat berdampak terjadinya banjir dan longsor karena terjadi peningkatan volume pada sumber air.
  •  Kenaikan emisi atau peningkatan suhu bumi karena aktivitas manusia di bumi sehingga pengurangan energi di atmosfir  sehingga menyebabkan kelangkaan pangan akibat penguapan air laut dll.
  • Peningkatan suhu laut menyebabkan kerusakan ekosistem hayati di laut terutama gangguan terumbuk karang sehingga berkurangnya bermetamorfosis jumlah ikan.
  • Perubahan iklim membuat bermigrasi satwa liar yang biasanya hidup lebih dekat dengan lingkungan manusia karena simbiosis mutualisme namun karena kurang kesadaran akibat aktivitas manusia sehingga kerusakan ekosistem pada ekologis menjadi sasaran.

Dari beberapa ulasan singkat diatas berikut ini tindakan-tindakan yang perlu dilakukan oleh kita semua untuk mengurangi perubahan iklim, yaitu :

  • Melakukan penelitian tentang mitigasi
  • Berkontribusi dalam kegiatan penghijauan hutan dengan menanam pohon dll
  • Melestarikan hutan dengan berkebun tanpa penebangan pohon secara masif
  • Tidak perlu mengijinkan perusahan yang membuka lahan secara skala besar yang dapat merusak hutan dengan mengalih fungsi lahan
  • Efisiensi energi dengan mengurangi penggunaan balon lampu hemat energi dan memadamkan listrik apabila tidak digunakan.
  • Melakukan aksi pengurangan emisi
  • Daur ulang limbah dan plastik menjadi kerajinan tangan
  • Kurangi penggunaan bahan berbahan plastik
  • Penyediaan tempat sampah di fasilitas umum dengan prinsip 3R (reduce, reuse and recycle)
  • Pendidikan kampanye tentang cara mengurangi emisi karbon
  •  Mengurangi kendaraan yang meningkatkan produksi gas metana
  • Wajib membawah tumbler pada saat beraktivitas diluar rumah
  • Menyampaikan ide dalam debat lomba dan lainya yang mendukung perubahan iklim
  • Dll

Semua solusi terbaik diatas ini akan tergantung pada pengetahuan dan kesadaran setiap kita, menurut pengamatan saya aktivitas manusia yang berdampak pada perubahan iklim masih sering dilakukan sampai saat ini, minimnya aksesbilitas informasi bagi sebagian orang sehingga belum menyadari akan dampak yang terjadi akibat aktivitas tersebut, misalnya membuang sampah disembarang tempat dan ini merupakan hal yang tidak penting bagi mereka yang belum sadar.

Maka dengan itu mari mulai sadar dari kita yang sudah sering mendapatkan akses informasi dan harus sharing kepada mereka supaya seksama menjaga tanah Papua ini.

“Jadilah bagian dari solusi jangan jadi bagain dari masalah”. Kenapa bumi itu terjadi perbuahan iklim ? Karena masih banyak sebagian orang yang egois dan hanya mengurus diri sendiri tanpa mengurus tanah ini.

Sumber Refrensi: Dr. Frans A, Asmuruf, M.Si dalam rangka kegiatan OHSC Batch 5 Uinversitas Cenderawasih.

Posting Komentar

0 Komentar