INVENTARISASI GAS RUMAH KACA

#SaPuOpini

Inventarisasi gas rumah kaca merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi gas rumah kaca secara berkala dari berbagai sumber emisi (source) dan penyerapanya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Gas rumah kaca adalah apapun di atmosfer yang menyerap dan memancarkan kembali panas, dan dengan menjaga atmosmfer planet ini lebih hangat daripada seharusnya, jenis gas rumah kaca utama di bumi adalah uap air, karbondioksida (C02), metana (CH4), nitrogen oksida (N20) dan ozon.


Ilustrasi aktivitas manusia yang merusak kestabilan gas rumah kaca

Pada tahun 1980-an–1990-an, di Kota Jayapura masih terdapat penampakan embun di pegunungan dan masyarakat dapat menikmati udara yang segar di jalanan. Selain itu, jarang terjadi banjir serta masih minimnya pemilik kendaraan roda dua dan roda empat sehingga menghasilkan kondisi lingkungan yang baik dan cukup bagi manusia serta satwa liar. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan terjadilah perubahan iklim secara signifikan, berikut ini beberapa sektor sumber emisi yaitu : 

    1. Sektor energi yaitu berbagai aktivitas manusia yang enyebabkan energi beremisi karbondioksida seperti bahan bakar fosil (batu bara/minyak bumi), pembangkit listrik, penggunaan energi bahan bakar kendaraan moto
    2. Sektor industri yaitu pembakaran bahan bakar fosil, pembuatan semen, penggunaan bahan bakar padat, cair dan gas menyebabkan emisi di atmosfer.
    3. Sektor peternakan dan pertanian seperti berkebun, penebangan pohon, potosintesis menyebabkan degradasi atau deforestasi hutan, sumber emisi karena pembukaan lahan dapat merusak ekosistem flora dan fauna serta energi gas metana yang dihasilkan oleh kotoran sapi.
    4. Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem pemusanahan flora dan fauna dan kemudian asap yang dihasilkan dapat menguap ke atmosfir sehingga berpotensi menyebabkan pemanasan global serta degradasi dan deforestasi hutan.
    5. Pembuangan limbah rumah tangga dan sampah di sembarang tempat menyebabkan kerusakan ekologis, penyakit, banjir, bau busuk, dan estetik suatu daerah.

Akibat aktivitas manusia yang kurang menyadari dapat menyebabkan dampak perubahan iklim sebagai berikut :

    1. Kenaikan permukaan air laut karena pencairan es dikutub utara sehingga terjadi peningkatan volume air
    2. Hujan ekstrim singkat tapi deras karena aktivitasi emisi karbon yang dihasilkan oleh manusia dengan jumlah lebih banyak sehingga awan hitam yang biasa berdampak hujan dahulunya jauh diatas permukaan bumi saat ini lebih dekat dengan kita.
    3. Hujan deras yang dihasilkan oleh awan hitam yang lebih dekat dengan bumi tersebut dapat berdampak terjadinya banjir dan longsor karena terjadi peningkatan volume pada sumber air.
    4. Kenaikan emisi atau peningkatan suhu bumi karena aktivitas manusia di bumi sehingga pengurangan energi di atmosfir  sehingga menyebabkan kelangkaan pangan akibat penguapan air laut dll.
    5. Peningkatan suhu laut menyebabkan kerusakan ekosistem hayati di laut terutama gangguan terumbuk karang sehingga berkurangnya bermetamorfosis jumlah ikan.
    6. Perubahan iklim membuat bermigrasi satwa liar yang biasanya hidup lebih dekat dengan lingkungan manusia karena simbiosis mutualisme namun karena kurang kesadaran akibat aktivitas manusia sehingga kerusakan ekosistem pada ekologis menjadi sasaran.

Nah, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan oleh kita semua untuk mengurangi dampak perubahan iklim yaitu pertama penelitian mengenai mitigasi perubahan iklim, kedua berkontribusi dalam kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon dan ketiga berkebun tanpa melakukan penebangan pohon secara masif. Selain itu, perlu adanya pengawasan terhadap pembukaan lahan dalam skala besar yang berpotensi merusak hutan dan mengalihfungsikan lahan secara berlebihan. Diharapkan  juga dapat meningkatkan efisiensi energi dengan menggunakan lampu hemat energi dan mematikan peralatan listrik ketika tidak digunakan, serta melakukan berbagai aksi untuk mengurangi emisi karbon.

Upaya lainnya, dapat dilakukan melalui pengelolaan limbah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), seperti mendaur ulang sampah dan plastik menjadi barang yang bermanfaat, mengurangi penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai, serta menyediakan tempat sampah terpilah di fasilitas umum. Pendidikan dan kampanye tentang perubahan iklim juga perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami pentingnya mengurangi emisi karbon dan menjaga lingkungan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengurangi penggunaan kendaraan yang menghasilkan emisi tinggi, menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki jika memungkinkan, serta membiasakan membawa tumbler saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, menyampaikan ide dan gagasan melalui debat, lomba, diskusi, maupun kegiatan edukasi lainnya juga merupakan bentuk partisipasi dalam mendorong kesadaran dan aksi nyata terhadap perubahan iklim. Dengan dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, berbagai tindakan sederhana tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Berbagai solusi diatas ini akan tergantung pada pengetahuan dan kesadaran penghuni bumi. Saya memahami bahwa aktivitas manusia yang berdampak pada perubahan iklim masih sering dilakukan sampai saat ini. Minimnya aksesbilitas informasi bagi sebagian orang sehingga belum menyadari akan dampak yang terjadi akibat aktivitas tersebut, misalnya membuang sampah di sembarang tempat yang menjadi bukti bahwa mayoritas manusia belum sadar akan pentingnya menjaga bumi. Oleh karen itu, mari kita sadar dan saling berbagi informasi mengenai pentingnya menjaga bumi ini dari tanah Papua.

Kenapa bumi sering terjadi perbuahan iklim? Karena kita hanya fokus pada apa yang dapatkan, daripada inovasi yang investasikan untuk masa depan jadilah bagian dari solusi, Papua akan aman ketika peduli dengan tanah ini. 


Winsi Almung, Anggota OHSC Indonesia 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

TITIK ATAU KOMA (Puisi)

PUISI  TITIK ATAU KOMA? Oleh: Okbin TITIK ATAU KOMA? ‎ "Sedang bertanya koma atau sudah titik" ‎Dekapan malam dibalik awan‎ ‎Angin...

Bottom Ad [Post Page]