KENAPA ORANG ASLI PAPUA (OAP) MISKIN?
(Dari Sisi Lain)
(Dari Sisi Lain)
Sejauh ini beberapa provinsi di tanah Papua masih mendominasi 10 besar dengan jumlah penduduk termiskin di Indonesia. Distribusi penduduk termiskin yaitu Papua Pegunungan sebesar 32,97%, Papua Tengah sebesar 29,76%, Papua Barat sebesar 21,66 %, Papua Barat Daya sebesar 18,13%, Papua Selatan sebesar 17,44% dan Papua sebesar 17,26%, (BPS 2024). Padahal, tanah Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti PTFI tambang Gresberg di Timika Papua menjadi salah satu tambang emas terbesar di Indonesia, bahkan dunia, yang menghasilkan konsentrat tembaga, emas, dan perak.
Tetapi kenapa orang Papua masih menjadi miskin?
Karena Orang Asli Papua (OAP) memiliki budaya lahiria yaitu kemurahan hati dengan sifat sosial yang tinggi. Sehingga, selalu menyadari bahwa berbagi kepada orang lain lebih berarti dan berharga daripada berinvestasi ataupun membangun usaha dan mengembangkannya. Hal kedua adalah penerapan sistem yang kurang memberdayakan dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat lokal untuk memanfaatkan sumber daya dengan cara yang baik. Sehingga, mindset lokal menjadi tradisi yang masih diwariskan oleh orang Papua.
Hal berikutnya adalah the Raticular Activiting System (RAS) yaitu sebuah perangkat yang menekan sistem saraf dopamin agar selalu merasa nyaman pada situasi yang salah. Padahal bisa memanfaatkan untuk berimajinasi dan keluar dari zona nyaman itu dengan melawan RAS.
Harapannya bangun sumber daya manusia yang berkualitas agar memberikan literasi kepada OAP lain untuk mengubah mindset ini berdasarkan kearifan lokal Papua.
Dan juga kepada pemangku kebijakan di Papua harusnya membuat sistem atau regulasi yang melindungi hak masyarakat lokal. Seperti berikan kenyamanan dengan membangun akses untuk mama-mama yang selalu menjual hasil bumi di pinggiran jalan raya.
Orang Papua perlu menyadari dengan segala hal luar biasa yang Tuhan berikan dan terus melatih frekuensi sistem beta untuk memaksa sistem delta melalui sistem alfa.
Sumber informasi utama pada seminar : Kaka Jose
0 Komentar